Model-model analisis data Kualitatif.

E.1. Model Miles dan Huberman

Miles dan Huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu : data reduction, data display, dan conclusion

  1. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Mereduksi data berarti : merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Reduksi data bisa dibantu dengan alat elektronik seperti : komputer , dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu. Dengan reduksi , maka peneliti merangkum, mengambil data yang penting, membuat kategorisasi, berdasarkan huruf besar, huruf kecil dan angka. Data yang tidak penting dibuang.

 2. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi, maka langkah berikutnya adalah mendisplaykan data.Display data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk : uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sebagainya. Miles dan Huberman (1984) menyatakan : “the most frequent form of display data for qualitative research data in the pas has been narative tex” artinya : yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif dengan teks yang bersifat naratif. Selain dalam bentuk naratif, display data dapat juga berupa grafik, matriks, network (jejaring kerja).

Fenomena sosial bersifat kompleks, dan dinamis sehingga apa yang ditemukan saat memasuki lapangan dan setelah berlangsung agak lama di lapangan akan mengalami perkembangan data. Peneliti harus selalu menguji apa yang telah ditemukan pada saat memasuki lapangan yang masih bersifat hipotetik itu berkembang atau tidak. Bila setelah lama memasuki lapangan ternyata hipotesis yang dirumuskan selalu didukung data pada saat dikumpulkan di lapangan, maka hipotesis tersebut terbukti dan akan berkembang menjadi teori yang grounded. Teori grounded adalah teori yang ditemukan secara induktif, berdasarkan data-data yang ditemukan di lapangan, dan selanjutnya diuji melalui pengumpulan data yang terus menerus. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selama penelitian, maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang tidak lagi berubah. Pola tersebut selanjutnya didisplaykan pada laporan akhir penelitian.

3.Conclusion Drawing/verification

Langkah ketiga adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang  mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun bila kesimpulan memang telah didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel (dapat dipercaya).

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas, sehingga setelah diteliti menjadi jelas.

 

E.2. Model Spradley

Menurut Spradley (1980) penelitian kualitatif dilakukan dengan dua belas langkah:

  1. Menetukan Situasi Sosial
  2. Melakukan Observasi Partisipasi
  3. Membuat Catatan Lapangan

Semua catatan lapangan dibuat dengan menggunakan prinsip pencatatan sebagaimana dianjurkan oleh Spradley (1980: 65-68), yaitu: 1) prinsip identifikasi bahasa, yaitu mengidentifikasikan benuk bahasa yang digunakan, 2) prinsip verbatim, yaitu mencatat ucapan atau perkataan sebagaimana yang dikatakan oleh pelakunya, 3) prinsip konkrit, yaitu menggunakan bahasa yang konkrit, yaitu bukan hanya memberikan nama pada suatu tindakan.

4.Melakukan Observasi Deskriptif

Dalam observasi deskriptif ada dua kegiatan yang dilakukan yaitu: 1) Grand Tour, observasi yang dilakukan sebelum penelitian, mengamati gambaran pokok dari situasi sosial yang telah ditentukan misalnya tempat, proses kejadian, orang kelompok dan lain sebagainya, 2) Mini tour observasi yang dilakukan dalam waktu penelitian. Hasil observasi deskriptif ini ditulis dalam catatan lapangan yang memuat tentang apa yang diamati, dilihat, didengar, dan dipikirkan peneliti.

5. Melakukan Analisis Kawasan

Analisi kawasan merupakan suatu cara berfikir yang sistematis memberikan atau menguji sesuatu untuk menentukan hubungan antar bagian, serta hubungan bagian-bagian dengan keseluruhan seperti, bagaimana hubungan majikan dan buruh dalam pengelolaan penangkapan ikan. Menurut Spradley (1980) analisis kawasan ini merupakan jenis alat berfikir. Dalam penelitian ini analisis kawasan mengidentifikasikan beberapa kawasan, di antaranya: 1) jenis aktor yang terlibat dalam pengelolaan pengkapan ikan, 2) jenis objek fisik yang tercakup dalam pengelolaan penangkapan ikan, 3) jenis-jenis tindakan yang dilakukan oleh aktor dalam pengelolaan pengkapan ikan, 4) jenis-jenis alat yang digunakan dalam pengelolaan penangkapan ikan, 5) jenis-jenis periode waktu yang digunakan untuk menangkap ikan di laut.

6.Melakukan Observasi Terfokus

Pada tahap observasi dilakukan secara lebih terfokus kepada rincian-rincian dari suatu kawasan. Oleh sebab itu, observasi terfokus atas dasar-dasar kawasan-kawasan yang telah diidentifikasi dalam usaha mencari situasi budaya dan situasi

7. Melakukan Analisis Taksonomi

Adapun analisis taksonomi ini ditujukan untuk mencari struktur internal antara komponen dari masing-masing kawasan dengan berpedoman kepada langkah-langkah seperti yang diajukan Spradley (1997). Diantaranya jenis-jenis aktor yang terlibat dalam pengelolaan penangkapan ikan yang meliputi: majikan, buruh dan masyarakat setempat yang terlibat aktif dalam pengelolaan pengakapan ikan.

8. Melakukan Observasi Terseleksi

Hubungan dari bagian-bagian pada tiap kawasan yang ditetapkan dalam observasi terfokus perlu diamati lebih rinci melalui observasi terseleksi. Observasi terseleksi dimaksudkan untuk menemukan makna budaya dari situasi sosial yang diteliti, seperti yang dikatakan spradley (1997: 125) “makna dari masing-masing wilayah kebudayaan muncul dari perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan di antara istilah tersebut”. Pemahaman ini menuntut pelaksanaan observasi terseleksi, melalui pertanyaan-pertanyaan kontras (contrast questions). Ada dua macam pertanyaan kontras, yaitu: pertanyaan kontras berpasangan ganda dua, dan pertanyaan kontras berpasangan ganda tiga. Pertanyaan-pertanyaan kontras tersebut diajukan kepada kawasan-kawasan yang ditetapkan dalam observasi terfokus dan tahap analisis taksonomi.

9. Melakukan Analisis Komponensial

Analisis komponensial dilakukan untuk menentukan komponen-komponen yang mengandung arti sistematik, yang berhubungan dengan kategori budaya. Agar dimensi-dimensi kontras dapat diidentifikasikan, diajukan sejumlah pertanyaan kontras. Dimensi kontras dari dari suatu kategori budaya dapat ditelusuri dengan memasukkan atribut-atribut yang ditemukan kedalam lembar analisis, sambil melakukan pengujian ke absahan data melalui observasi dan wawancara.

Langkah-langkah yang di tempuh saat melakukan analisis komponensial sebagaimana yang dijelaskan oleh Spradley (1997) ialah : 1) menetapkan kawasan-kawasan yang dianalisis seperti jenis-jenis aktor yang terlibat yang terlibat dalam pengelolaan penangkapan ikan, 2) menginventarisasi seluruh kontras yang ditemukan, yakni mengidentifikasikan dimensi kontras yang bernilai dan berkategori, misalnya: dalam hal apa saja majikan dan bururh berhubungan dalam menanggulangi kemiskinan, 3) mengkombinasikan yang mempunyai nilai jamak (multiple values) seperti: bagaiamana hubungan majikan dan buruh dengan pengelolaan penangkapan ikan.

10. Menemukan Tema-Tema Budaya

Analisis tema merupakan suatu analisis yang dilakukan dan upaya untuk memperoleh pandangan atau kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di kelurahan Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Analisis ini dilakukan atas dasar analisis komponen yang telah dilakukan guna mencari kesamaan-kesamaan

11. Mendata Temuan-Temuan Budaya

Pada tahap ini dipersiapkan untuk pembuatan laporan akhir/ penulisan etnografi. Mendata temuan-temuan budaya bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis-jenis informasi yang telah ditemukan selama penelitian. 2) mengidentifikasi kekurangan dari informasi yang telah dikemukakan 3) mulai mengatur data-data yang dimiliki untuk persiapan penulisan etnografi.

12. Penulisan Laporan Hasil Penelitian

Hasil temuan penelitian selama observasi dan wawancara di lapangan ditulis dalam bentuk tulisan etnografis dan dilakukan secara bertahap. 1) bersamaan dengan pengambilan data di lapangan, dibuat catatan lapangan yang kemudian dilakukan analisis data seperti yang telah diuraikan sebelumnya, 2) setelah ditemukan gambaran tentang permasalahan peneliti, disusunlah outline yang dikonfirmasikan dengan pembimbing, 3) membuat kerangka pokok tentang isi (materi) yang akan disajikan dalam laporan berdasarkan kawasan-kawasan yang telah dianalisis, 4) menetapkan judul dan sub judul, 5) menyelesaikan laporan akhir, yakni pengetikan seluruh laporan dan koreksi dari dosen pembimbing.

E.3. Model Bogdan dan Biklen

Bogdan dan biklen mengemukakan saran-saran untuk melakukan analisis sebagai suatu bagian berkesinambungan dari pengumpulan data yang bermanfaat untuk melakukan analisis final setelah meninggalkan lapangan sebagai berikut :

  1. Dorong diri anda untuk membuat keputusan yang mempersempit studi.

Studi pengumpulan data adalah seperti corong. Pertama, anada mengumpulkan data secara luas, mencari subjek-subjek yang berbeda, menjelajahi ruang fisik untuk mendapatkan pemahamn yang luas. Kedua, anda mengembangkan suatu focus penelitian yang berdasarkan apa yang mungkin dilakukan dan apa yang menjadi perhatian anda, persempit ruang lingkup pengumpulan data. Lakukan hal itu setelah tiga atau empat kali kunjungan atau wawancara awal. Semakin banyak data yang anda ilki untuk topic, latar belakang atau subjek tertentu, semakin mudah anda memikirkanya secara mendalam, dan semakin prokduktif anda ketika malakukan analisis akhir.

2. Dorong diri anda untuk memutuskan jenis studi yang ingin anda lakukan.

Terdapat banyak jenis studi kualitatif: studi kasus organisasi, studi observasi, studi sejarah kehdupan dan sebagainya. Sebagian peneliti berpengalaman condong kesalah satu jenis penelitian ini dan mereka secara otomatis mencari data yang diarahkan pada salah satu jenis tersebut. Peneliti berpengalaman yang lain mengunakan eklektif. Tetapi dengan sadar mereka dapat memutuskan apa jenis studi yang ingin mereka lakukan.

3. Kembangkan pertanyaan-pertanyaan analitis.

Dalam rancangan penelitian, peneliti pada umumnya telah merumuskan pertanyaan yang bersifat umum untuk suatu studi. Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena dapat memberikan focus pada pengumpulan data dan membantu dalam penyusunannya ketika diproses.

4. Rencanakan sesi pengumpulan data berdasarkan apa yang anda temukan dalam observasi pendahuluan.

Secara regular tinjau catatan lapangan anda dan rencanakan untuk mengejar arah-arah yang spesifik dalam sesi pengumpulan data anda berikutnya. Tanya diri anda sendiri apa yang masih belum anda ketahui dan apa bentuk studi anda. Putuskan dengn segera.

5. Tulis “Komentar Pengamat” tentang ide-ide yang anda hasilkan.

Catatan lapangan diangap berisi komentar pengamat. Komentar pengamat adalah bagian-bagian dari catatan lapangan tempat peneliti mencatat pendapat dan perasaanya sendiri. Catat pengertian-pengertian penting yan muncul pada anda selama pengumpulan data sebelum anda kehilangan.

6. Tulis memo untuk anda sendiri tentang apa yang anda pelajari.

Setelah anda berada dilapangan lima atau enam kali dorong diri anda melihat keseluruhan data anda dan tulis satu atau dua halaman ringkasan dari apa yang menurut anda muncul dari pikiran. Kembangkan hubungan-hubungan ringkasan tersebut antara komentar-komentar pengamatan. Teruskan menulis memo atau angkuman secara teratur. Memo ini dapat memberikan kesempatan untuk merefleksikan isu-isu yang muncul dalam latar dan bagaiman kaitanya dengan isu-isu teoritis, metodologis, dan substantif yang lebih luas.

7. Uji cobakan ide-ide dan tema-tema pada informan.

Informan kunci adalah subjek yang pandangannya dan tuturannya jelas. Mereka dapat digunakan sebagai sumber analisis pendahuluan. Selama observasi pendahuluan dalam suatu studi misalnya sering kali terjadi pertentangan dari suatu masalah. Meskipun anda dapat mengunakan informan sebagai sumber, perlu diperhatikan bahwa anda tidak boleh menyerahkan sepenuhnya segala sesuatu kepada mereka.

8. Mulai menjajagi kepustakaan sementara anda masih dilapangan.

Ada perdebatan tentang kapan seseorang yang melakukan penelitian kualitatif harus mulai melakukan tinjauan kepustakaan. Kita menemukan bahwa sangat bermanfaat bagi peneliti untuk membaca studi kualitatif tentang bidang-bidang yang tidak berhubungan karena ini dapat membeut mereka lebh familiar terhadap orang-orang ang diteliti.

9. Bermainlah dengan metafora, analogi dan konsep-konsep.

Kepicikan merusak kebanyakn penelitian. Kita terlibat dalam pengumpulan data pada tempat tertentu dan menjadi begitu tertarik terhadap hal-hal khusus, sehingga kita tidak dapat menguhubungkanya dengan latar yang lain atau dengan hasil pengalaman kita secara luas. Cara lain untuk memperluas cakrawala adalah berusaha meningkatkan hubungan dan kejadian konkret yang diamati dari latar tertentu kedalam tingkata abstraksi yang lebih tinggi

10. Gunakan perangkat visual

Suatu proses analisis yang memperoleh peningkatan perhatian adalah pengunaan perangkat visual. Gerafik dan bagan seperti diagram, table, grafik dan matrik dapat digunakan dalam setiap tahap analisis  dari perencanaan sampai keproduk akhir.

 

E. 4. Model Strous dan corbin (grounded theory)

Menurut strous dan corbin analisis data kualitatif khususnya dalam penelitian grounded theory terdiri dari tiga jenis pencodean utama yaitu pengodean terbuka (opening coding), pengodean berporos (axial coding), dan pengodean selekti (selective coding).

  1. Pengodean terbuka (open coding)

Pengodean terbuka (open coding) adalah bagian analisis yang berhubungan khususnya dengan penamaan dan pengatagorian fenomena melalui pengujian data secara teliti. Tanpa tahap analisis tahap pertama ini, sisa analisis dan komunikasi yang mengikuti tidak dapat mengambil tempat. Selama pengodean terbuka data dipecah didalam bagian-bagian terpi sah, diuji secara cermat, dibandingkan untuk persamaan dan perbedaannya dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sesuai fenomena yang tercermin dalam data. Melalui proses ini asumsi seseorang tentang fenomena yang dipertanyakan pengarah pada temuan-temuan baru.

2. Pengodean berporos (axial coding)

Pengodean terbuka memecahkan data dan membolehkan seseorang mengidentifikasi beberapa katagori, property dan lokasi. Sementara pengodean berporos meletakan data tersebut kembali kebelakang bersama-sama dalam caa-cara baru dengan membuat sebuah hubungan antara katagori dan sub katagorinya. Disini kita berbicara tentang hubungan beberapa katagori utama untuk membuat rumusan teoritis yang lebih luas, tetapi mengembangan apa yang menjadi salah satu dari beberapa katagori utama.  Dengan kata lain kita masih berurusan dengan pengembangan sebuah katagori

3. Pengodean selektif.

Setelah beberapa waktu, pengumpulan dan analisis data. Anda dihadapkan dalam tugas mengintegrasikan katagori-katagori tersebut untuk membentuk teori dasar. Pengintegrasian material merupakan sebuah tugas yang sulit. Dimana implikasinya adalah suatu proses kompleks tetapi tentu saja dapat dilakukan. Ada beberapa langkah untuk melakukan semua ini. Langkah pertama adalah menguraikan alur cerita . yang kedua menghubungkan katagori-katagori tambahan disekitar katagori inti dengan mengunakan paradigma. Langkah ketiga, menghubungkan katagori-katagori pada leval demensioanl. Langkah keempat, menyertakan validasi hubungan-hubunga ini dengan data. Langkah terakhir measukan katagori yang memerlukan pengembangan lebih lanjut.

sumber :

Emzir.2010.Metodologi Penelitian Kualitatif:Analisis Data.Jakarta:

Rajawali  Pers.

Miles & Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. UI-Press.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s