KONSELING PANCAWASKITA (KOPASTA)

Konselor profesional dituntut mengintegrasikan lima faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupan individu yaitu pancasila, pancadaya ( Takwa, Cipta, Rasa, Karsa, Karya),  lirahid/ lima ranah  kehidupan ( Jasmanah-rohaniah, social-material, Spiritual dunia, akherat, lokal-global/universal), lika lidu/ lima kekuatan di luar individu( gizi, pendidikan, sikap, perlakuan orang lain, budaya dan kondisi insidensial) , dan masidu/lima kondisi yang ada pada diri individu( rasa aman, kompetensi, aspirasi, semangat, pengunaan kesempatan). Pengaruh faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan secara cermat dan dilakukan pembinaan melalui konseling sehingga perkembangan dan kehidupan individu menjadi lebih membahagiakan. Kebahagan ini akan menjelma melalui kehidupan individu yang mandiri.

Ditilik dari isinya konseling merupakan proses membangun pribadi yang mandiri. Sebelum seorang konselor membangun hal itu terlebih dahulu ia perlu membangun pribadinya yang mandiri terlebih dahulu. Konselor yang mandiri itu akan mampu  dari segi tekhnis dan psikologisnya menyelengarakan konseling elektik dengan wawasan pancawaskita. Waskita merupakan sifat yang terpancar dari kiat dan kinerja yang penuh dengan keunggulan semangat disertai dengan :

  1. Kecerdasan , bahwa konseling adalah pekerjaan yang diselenggarakan atas dasar teori dan tekhnologi yang tinggi serta pertimbngan akal yang jernih, matang dan kreatif.
  2. Kekutan, bahwa konselor adalah pribadi yang tanguh baik dalam keluasan dan kedalaman wawasan, pengetahuan serta keerampilanya, maupun dalam kemauan dan ketekunanya melayani klien
  3. Keterarahan, bahwa kegiatan konseling berorientasi kepada keberhasilan klien mengoptimalkan perkembangan dirinya dan mengatasi permasalahanya
  4. Ketelitian bahwa konselor bekerja dengan cermat dan hati0hati serta berdasarkana data dalam memilih dan menerpka teori dan tekhnologi konseling
  5. Kearifbijaksanaan, bahwa konselor dalam menyikapi dan bertindak didasarkan pada peninjauan dan pertimbangan yang matang, kelembutan dan kesantunan terhadap klien dan orang lain pada umumnya sesuai dengan nilai moral dan norma-norma yang berlaku serta kode etik konseling.

Itulah panca waskita , kewaskitaan yang didalamnya terkandung  lima faktor yang akan menjadi andalan bagi keberhasilan konselor.

Sumber:

Prof Prayitno, M.Sc.Ed. 1998. Konseling PancaWaskita : kerangka konseling eklektik. Padang. IKIP padang.

About these ads

2 pemikiran pada “KONSELING PANCAWASKITA (KOPASTA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s