Dasar-dasar BK

LANDASAN PELAYANAN KONSELING

  1. Landasan religius. Sebagaimana telah diungkapkan di atas, segenap komponen dan unsur-unsur HMM sepenuhnya berdasarkan kaidah-kaidah keagamaan. Dalam kaitan ini segenap aspek pelayanan konseling secara kental mengacu kepada terwujudnya HMM yang seluruhnya bersesuain dengan kaidah-kaidah agama.
  2. Landasan psikologis. Berbicara tentang kondisi dan karakteristik individu, perkembangan, permasalahan, kemandirian, KES dan KES-T dengan berbagai kontekstualnya, semuanya itu terkait dengan kaidah-kaidah psikologi. Hal ini berarti bahwa konselor dipersyaratkan memahami dan menerapkan berbagai kaidah psikologi, meskipun ia tidak perlu menjadi psikolog, karena keduanya (konsleor dan psikolog) berada pada bidang profesi yang berbeda. Konselor bukan psikolog, dan psikolog bukan konselor.
  3.  Landasan pedagogis. Sudah amat jelas bahwa konselor adalah pendidik. Oleh karenanya segenap kaidah pokok pendidikan harus dikuasai dan terapkan oleh konselor dalam pelayanan konseling.
  4. Landasan sosio-kultural. Adalah kenyataan bahwa individu, dalam hal ini subjek yang dilayani merupakan bagian integral dari lingkungannya, terutama lingkungan sosio-kultural. Oleh karenanya, pelayanan terhadap subjek dalam konseling haruslah secara cermat memperhitungkan aspek-aspek sosio-kultural yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi kehidupannya. KES dan KES-T subjek yang dilayani terkait secara kental dengan lingkungan sosio-kulturalnya itu.
  5. Landasa keilmuan – teknologis. Pelayanan konseling bukanlah pelayanan seadanya; bukan pula pelayanan yang bisa dilaksanakan oleh siapa saja; melainkan pelayanan profesional dengan ciri-ciri keilmuan dan teknologis sebagaimana diuraikan terdahulu. Dasar kelimuan dan teknologi terwujud dalam kompetensi konselor sebagai pelaksana pelayanan profesional  konseling.

Tidak diragukan lagi, kelima landasan tersebut di atas juga terpadu menjadi satu. Dipilah oke, dipisah tidak mungkin. Dalam hal ini, konselor harus menguasai semua landasan itu untuk suksesnya pelayanan profesional yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Prayitno & Amti Erman. 1994. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. 2009. Wawasan Profesional Konseling. Padang: UNP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s