Teori belajar

PERHATIAN

Sebagian besar dari manusia mengalami situasi dimana ia tidak mampu memproses semua informasi yang masuk kedalam indranya. Ketidak mampuan mengolah informasi dari sumber yang berbeda dapat terjadi misalnya, pada saat kita menerima telpon dan disebelah kita ada teman kita yang sedang berbicara panjang lebar. Pada contoh ini kita seharusnya hanya dapat berbicara pada satu orang saja dan apabila kita memaksakan diri mengikuti kedua pembicaraan tersebut, maka siap-siap untuk tidak paham terhadap kedua pembicaraan ini.

Keterbatasaan kapasitas ini mencerminkan keterbatasan keterbatasan manusia secara total. Untuk mengolah informasi kita harus melibatkan perhatian, tetapi kita memilki keterbatasan dalam hal jumlah dan jenis masukan yang harus diperhatikan pada suatu saat tertentu. Kapasitas perhatian (attention capacity) merupakan kapasitas maksimum dari informasi yang dapat kita proses. Sehingga bila kapasitas itu terlewati maka informasi yang datang akan hilang.

a.                  Mendengarkan dikotik dan perhatian.

Penelitian tentang kapasitas perhatian seseorang sering dikaitkan dengan tugas yang cenderung saling mempengaruhi satu sama lainnya. Salah satu dari penelitian tersebut adalah penelitian tentang tugas mendengarkan dikotik atau tugas mendengarkan terpisah. Dalam penelitian ini, pesan primer diberika pada salah satu telinga dan berisi informasi yang terstruktur

Untuk mengetahui apakah subjek tersebut benar-benar mendengarkan informasi tersebut, mereka diintruksikan untuk membayangkan pesan primer tersebut dengan cara mengulangi setiap kata sesegera mungkin setelah ia mendengarkan pesan. Pesan sekunder disajikan ditelinga lainnya dengan durasi waktu yang berbeda satu detik sebelum pesan primer. Subjek penelitian diminta untuk membayangkan pesan primer secepat dan seakurat mungkin. Ganguan perhatian dapat diukur dari kecepatan dan ketepatan penyajian bayangan ketika ia diminta membayangkan pesan primer.

Selain penelitian itu Donald Mckey melakukan pula penelitian tentang pengaruh pesan sekunder terhadap pesan primer. Ia membuat pesan primer rancu dalam tiga tingkatan yaitu sebagai berikut:

1). Leksical ( kata yang bersifat ambigu)

2). Struktur permukaan ( bagian pengucapan kata)

3). Struktur dalam ( terkain pelaku dan objek )

 

b.                  Teori-teori perhatian

1). Teori filter

Teori filter dikembangkan oleh Donald breadbent. Ia mengajukan sistem pengolahan informasi diangap sebagai saluran yang berbentuk huruf Y. Lengan Y merupakan saluran input pengideraan dan cabangnya merupakan bagian sistem yang berkapasitas terbatas. Bila informasi masuk kedalam sebuah saluran saluran yang lainnya selalu tertutup untuk satu informasi yang sama dan bersifat all or none jadi, semua informasi mengambil semua saluran sistem. Menurut breatbend saluran pengindraan diasumsikan berhubungan dengan karakteristik fisik timulus yang datang. Jadi satu saluran untuk frekuensi tinggi dan satunya lagi untuk frekuensi rendah. Ia juga berpendapat bahwa pesan sekunder tidak disaring pada tingkat penginderaan.

2). Attuanuated filter theory (teori filter mengecil)

Teori ini menyatakan bahwa saringan perceptual tidak bertindak didalam bentok all or none. Tetapi ia berperan membagi atau menurunkan jumlah informasi yang masuk kedalam saluran sekunder. Teori ini lebih jauh berasumsi bahwa jumlah penurunan pesan sekunder tersebut terjadi pada saat jumlah saluran yang membawa informasi meningkat. Jadi semakin banyak saluran penginderaan  yang membawa sistem informasi, semakin kurang keefektifan saringan dalam memblok saluran penginderaan yang tidak relevan.

3). No sensory filter theory (teori tanpa filter penginderaan)

Teori ini sebaliknya berangapan bahwa semua stimulus diasumsikan melakukan kontak didalam memori menghasilkan repersentasi perhatian. Jadi tidak ada batas stimulus yang dapat berhubungan dengan memory. Keterbatasan terdapat pada saat pemprosesan terjadi setelah adanya kontak memori dengan beberapa jenis proses berikutnya yang memerukan perhatian yang lebih besar. Stimulus dipilih untuk melakukan pemprosesan lebih lanjut berdasarkan pada tingkat pentingnya stimulus bagi orang yang bersangkutan. Sementara tingkat pentingnya stimulus yang masuk ditentukan oleh pengalaman masa lalu.

sumber :

Henri C. Ellis, Fundamental of human learning, memory, and cognition

(tt) second edition, fundamental of psycologi series

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s