Uncategorized

Bimbingan Konseling Di Amerika dan Australia

Bimbingan dan Konseling di Sekolah-sekolah Columbus, Ohio Amerika serikat

1.      Bimbingan dan Konseling di Ohio State

Layanan BK dilakukan oleh Licensed School Counselor (Lembaga Profesi Konselor). Hubungan yang kuat antara konselor sekolah, lembaga profesi, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan profesionalisme konselor.

2.      Jejaring Profesi

Di sekolah terbangun jaringan profesi antara konselor sekolah, psikolog sekolah, guru, guru BK, pekerja sosial, dokter, polisi, dan pengacara di masing-masing distriknya.

3.      Peran School Counselor

  • Mengembangkan dan melaksanakan program BK yang bersifat preventif-developmental.
  • Melakukan konseling untuk membantu anak mengatasi masalahnya baik yang bersifat akademik, personal, sosial, atau karir.
  • Melakukan layanan BK yang bersifat outreach.

4.      Peran School Psychologist

Terutama mengukur berbagai aspek psikologis pada siswa.

5.      Referal Kasus

Sekolah juga terhubung dengan privat/professional counselor untuk referral kasus-kasus yang tidak bisa ditangani oleh konselor sekolah seperti kasus-kasus yang memerlukan intervensi konseling keluarga, konseling adiksi, dan konseling kesehatan mental.

6.      Dimensi Bimbingan di Sekolah

  • Hampir di setiap sekolah yang dikunjungi, sudah tercipta lingkungan belajar yang membangun kultur positif.
  • Kultur positif tercipta karena kompetensi dan sikap professional seluruh pendidik, program BK yang terencana, dimengerti, dan didukung oleh seluruh guru dan staf, aturan sekolah yang ditegakkan, dan keterlibatan orang tua yang cukup intensif.
  • Konselor sekolah mendapatkan program bantuan alat-alat peraga untuk proses bimbingan dan konseling dari supervisor konselor yang berasal dari State Ohio Board of Counselor. Setiap supervisor bertanggung jawab terhadap beberapa konselor sekolah. Pertemuan rutin untuk evaluasi program dilakukan minimal 3 bulan sekali

7.      Dimensi Konseling di Sekolah

Konselor sekolah banyak menggunakan brief solution therapy/counseling  dalam menangani masalah-masalah anak,

  Bimbingan dan Konseling di Australia.

1.      Persyaratan Psikolog Sekolah

Berbeda di tiap Negara bagian, misal:

  • Australian Capital Teritory: terdaftar sebagai psikolog di ACT, memegang gelar Dip Ed, pengalaman mengajar minimal 2 tahun, dan kesesuaian personal yang ditunjukkan saat wawancara.
  • Northem Teritory: School Psychologists: pengalaman mengajar minimal 2 tahun, S1 psikologi, dan terdaftar sebagai anggota Psychologist’s Registration Board di Northem.
  • New South Wales: pengalaman mengajar minimal 2 tahun, S1 psikologi, S2 konseling sekolah, terdaftar sebagai psikolog, kesesuaian pribadi yang ditunjukkan saat wawancara.
  • Tasmania: Permanen: kualifikasi guru dan S1 psikologi (empat tahun), terdaftar sebagai psikolog (B Teach atau B Ed); Non permanen: M.Psi, terdaftar sebagai psikologi namun tak harus memiliki kualifikasi mengajar.

2.      Peran, Fungsi dan Tanggung-jawab Psikolog Sekolah

a)      The Australian Psychological Society (APS) menggambarkan peran psikolog sekolah:

  •  Untuk menerapkan kepakaran ilmu psikologi dan pendidikan dalam rangka membantu siswa, orang tua dan saudara, guru, dan administrator sekolah sehingga dapat memberikan hasil terbaik bagi siswa.
  •  Melakukan assessment psikologi bagi siswa.
  •  Memberikan konseling individu maupun kelompok bagi siswa.
  •  Melaksanakan penelitian sesuai isu yang relevan.
  •  Mengup-date ilmu pengetahuan dan keterampilan.
  •  Menggorganisasi program kelompok bagi siswa yang membutuhkan.
  •  Mengorganisasi workshops bagi guru mengenai isu kesejahteraan siswa.
  •  Memberikan informasi bagi guru bagaimana bekerja dengan siswa dengan berbagai macam kebutuhan belajar, sosial, dan emosi.

b)      Fungsi

  • Psikolog sekolah kontemporer saat ini memberikan layanan langsung dan tak langsung bagi populasi sekolah. Pekerjaan/fungsi psikolog sekolah berdasarkan pedoman the APS Professional competencies dan the Codes of Ethics of either the APS maupun the Australian Guidance and Counseling Association, serta sesuai dengan kerangka kerja administrasi yang disusun tiap sekolah.

c)       Tanggung Jawab

Review komparasi oleh Australian public-sector school psychology services oleh Armstrong et al (2000), enam enam tanggung jawab profesional konselor sekolah adalah sebagai berikut:

  • Layanan konseling individual dan kelompok bagi siswa.
  • Assessment psiko-edukasi bagi siswa dan membuat laporan, layanan konsultasi dan penyediaan program manajemen perilaku yang efektif.
  • Konsultasi psikologi bagi siswa dan masyarakat.
  • Mengadakan hubungan dengan agensi kesejahteraan pemerintah dan non-pemerintah serta para dokter.
  • Konseling orang tua (individual atau kelompok).
  • Tim respon bagi manajemen.

3.      Perekrutan Konselor Sekolah

Awalnya , kebanyakan psikolog sekolah direkrut sebagai aspirasi para guru yang menginginkan perubahan karir. Namun selama 15 tahun terakhir di beberapa Negara bagian (missal: West Australia, NSW, Victoria) secara perlahan berubah. Seorang psikolog sekolah haruslah memiliki pendidikan S1 psikologi (lima atau enam tahun studi psikologi) sehingga terminology yang yang digunakan bagi penyedia layanan BK di sekolah adalah psikolog sekolah, dan terdaftar sebagai psikolog di the Pscychologists Registration Board di State atau Teritory, dan sejak 2010 harus terdaftar di national registration board.

4.      Standar Etik

Buku Rujukan: the Australian Psychological Society Code of Ethics (2003)

Berikut adalah standar etik yang relevan dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di sekolah antara lain: informed consent, kerahasiaan konseli, tanggungjawab professional, kebutuhan yang bertentangan, assessment psikologis, konflik kepentingan, layanan bagi klien yang bermacam-macam, membuat catatan/record, dll.

5.      Praktik dan Akreditasi

Di Australia, kompetensi bagi praktik dan akreditasi sebagai psikolog sekolah telah dikembangkan the College of Educational and Developmental Psychologists, yang menekankan perkembangan sepanjang hayat daripada focus pada praktik dalam konteks pendidikan. Panduan kompetensi yang lebih detail telah dikembangkan tahun 2006 oleh the National Association of School Psychologists (NASP).

6. Supervisi

Berbeda-beda antar negara bagian, namun secara umum:

  • Konselor sekolah menerima supervisi administrasi dan professional dari Konselor senior sesuai distrik masing-masing.
  • Konselor senior mendapat supervisi dari Asisten Manager.
  • Tidak ada supervisi formal bagi Asisten Manager.
  • Supervisi umumnya berupa peer supervision dan face-to-face discussion.
  • Supervisi juga diberikan oleh psikolog sekolah.

sumber:

Program  Sandwich pasca sarjana UPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s