Pendekatan Konseling

TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK Abraham Maslow

Maslow berpendapat bahwa kepribadian manusia dihasilkan dari motivasi manusia yang diorganisasikan ke dalam sebuah hirarki kebutuhan yaitu suatu susunan kebutuhan yang sistematis, suatu kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum kebutuhan dasar lainnya muncul. Kebutuhan itu mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut :

  1. Kebutuhan yang lebih rendah dalam hirarki merupakan kebutuhan yang kuat, potensial, dan prioritas; sementara yang lebih tinggi dalam hirarki merupakan kebutuhan yang paling lemah
  2. Kebutuhan yang lebih tinggi muncul terakhir dalam rentang kehidupan manusia.
  3. Kebutuhan yang lebih tinggi kurang diperlukan dalam rangka mempertahankan hidup, sehingga pemuasannya dapat diabaikan.
  4. Walaupun kebutuhan yang lebih tinggi itu kurang begitu perlu dalam rangka survival, namun kebutuhan itu memberikan kontribusi terhadap survival itu sendiri dan juga perkembangan.
  5. Pemuasan kebutuhan yang lebih tinggi amat bermanfaat, baik bagi fisik maupun psikis. Kondisi ini dapat melahirkan rasa senang, bahagia dan perasaan bermakna

Pemuasan kebutuhan yang lebih tinggi memerlukan situasi eksternal yang lebih baik (social, ekonomi dan politik) daripada kebutuhan yang lebih rendah

sumber :

Schustack Miriam W,Friedman Howard S (2006). Kepribadian,Teori Klasik dan Riset Modern.    Jakarta. Erlangga

Yusuf Prof. Dr.Syamsu. L.N., Nurihsan,Dr. Juntika. (2007) Teori Kepribadian. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s