Pendekatan Konseling

TEORI MEDAN KURT LEWIN

Ciri-ciri utama dari teori medan Lewin dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi, (2) analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian komponennya dipisahkan, dan (3) orang yang konkrit dalam situasi yang konkrit dapat digambarkan secara matematis. Lewin  juga menekankan kukuatan-kekuatan yang mendasari (kebutuhan-kebutuhan) sebagai penentu tingkah laku dan lebih menyukai gambaran-gambaran psikologi tentang medan daripada gambaran fisik atau fisiologiknya. Medan didefinisikan sebagai “keseluruhan fakta-fakta yang berkoeksistensi yang dipandang sebagai saling tergantung”.

Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel sel. Sel sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel sel periferal ;p; sel sel dalam pusat lingkaran disebut sel sel sentral,s.

Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen; tidak bisa berdiri sendiri.

Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin yakni kebutuhan energi psikis, tegangan , kekuatan atau vektor dan valensi. Konstruk konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan perunahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbanagan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemiasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya.

Akhirnya, tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan

Lingkungan psikologi adalah konsep yang sangat mudah berubah. Dinamika dari lingkungan dapat berubah dengan 3 cara yakni:

  1. Perubahan valensi : Region bisa berubah secara kuantitatif-valensinya semakin positif atau semakin negatif,atau berubah secara kualitatif dari positif menjadi negatif atau sebaliknya region baru bisa muncul dan region lama bisa hilang.
  2. Perubahan vektor : Vektor mungkin dapat berubah dalam kekuatan dan arahnya.
  3. Perubahan Bondaris : Bondaris mungkin menjadi semakin permeabel atau semakin tidak permeabel,mungkin muncul sebagai bondaris atau tidak muncul sebagai bondaris.

sumber :

Alwisol. (2004). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Hall, C.S & Lindzey G. (1985). Introduction Theories of Personality. Singapore: John Wiley & Sons, Inc.

Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan. (2007). Teori Kepribadian. Bandung: Rosda.

Taufik.. (2002). Model-model Konseling. Padang: BK FIP UNP.

Yustinus. (2003). Psikologi kepribadian 1/teori-teori psikodinamik (klinis).Yogyakarta. Kanisius

 

3 thoughts on “TEORI MEDAN KURT LEWIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s