Metodologi penelitian

PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF

Siapa Yang Akan Anda Teliti?

Langkah pertama dalam proses pengumpulan data kuantitatif adalah mengidentifikasi orang dan tempat yang akan diteliti. Proses ini termasuk menentukan apakah anda akan meneliti individu-individu atau organisasi-organisasi (contoh, sekolah) atau beberapa kombinasi. Jika anda memilih salah satu dari individu-individu atau organisasi-organisasi, anda harus memutuskan tipe individu atau organisasi-organisasi apa yang akan diteliti dan berapa banyak yang dibutuhkan untuk penelitian anda.

Mengidentifikasi Kelompok Analisis Anda

Siapa yang akan menyediakan informasi yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan atau hipotesa-hipotesa penelitian kuantitatif anda? Beberapa kemungkinan seperti siswa-siswa, guru-guru, orangtua-orangtua, orang dewasa, beberapa kombinasi individu-individu atau sekolah-sekolah. Pada tingkat awal pengumpulan data kuantitatif anda harus memutuskan tingkat apa (contoh, individu, keluarga, sekolah, daerah/lingkungan sekolah) data yang harus dikumpulkan. Tingkat ini mengacu kepada analisis unit.

Menetapkan Populasi dan Sampel

Jika anda memilih sekolah untuk dipelajari atau jumlah kecil dari individu, anda harus menetapkan individu yang mana atau sekolah-sekolah yang mana yang akan diteliti. Di beberapa situasi pendidikan, anda akan memilih individu-individu untuk penelitian anda berdasarkan siapa sukarelawan-sukarelawan untuk berpartisipasi atau siapa yang sesuai (e.g, siswa kelas yang spesifik). Sekalipun individu-individu mungkin tidak sama (dalam karakter individu, penampilan dan sikap) dengan semua individu-individu yang diteliti.

Stratified Sampling

Dalam sampel bertingkat, peneliti membagi populasi pada beberapa karakteristik yang spesifik (contoh, jenis kelamin) dan kemudian menggunakan sampel acak yang sederhana, sampel dari sub tiap group dari populasi (contoh, perempuan dan laki-laki).

Prosedur pemilih sampel acak bertingkat terdiri dari:

  1. Membagi populasi berdasarkan stratum (contoh: laki-laki dan perempuan)
  2. Sampling berdasarkan masing-masing stratum (contoh: perempuan dulu dan kemudian laki-laki) sehingga individu yang dipilih jadi proporsional dalam gambaran total populasi. Mari lihat sebuah contoh bagaimana prosedur ini diterapkan.

Cluster Multistage Sampling, didalam klaster multistage sampling, peneliti memilih sampel dalam dua/lebih tahap karena peneliti tidak bisa dengan mudah mengidentifikasi populasi/populasi yang sangat luas.

Snowball Sampling sebuah alternatif untuk sampling convenience. Dalam snowball sampling, peneliti bertanya kepada partisipan untuk mengidentifikasi yang lain untuk menjadi bagian dari sampel.

Ukuran Sampel

Ketika memilih partisipan untuk penelitian, penting untuk menentukan ukuran sampel yang anda butuhkan. Aturan umum adalah memilih sebesar mungkin sampel dari populasi. Sampel yang lebih besar, lebih sedikit potensi error dari sampel dimana sampel akan berbeda dari populasi. Perkiraan perbedaan antara sampel dan skor populasi yang sesungguhnya dinamakan sampling error.

Mendefinisikan Setiap Variabel Secara Operational

Banyak definisi variabel yang mungkin, seperti definisi anda, tetapi peneliti menggunakan definisi operasional. Sebuah definisi operasional adalah spesifikasi bagaimana anda akan mendefinisikan dan mengukur variabel dalam penelitian anda. Anda bisa menemukan definisi penelitian yang diterbitkan tentang topik anda.

Memilih Jenis-jenis Data dan Ukuran

Dengan definisi operasional untuk variabel, anda selanjutnya perlu mengidentifikasikan jenis data dimana akan mengukur variabel anda. Peneliti mengumpulkan data instrumen. Sebuah instrumen adalah alat untuk mengukur, mengobservasi, atau mendokumentasikan data kuantitatif.

  1. Pengukuran performance

Anda mengumpulkan pengukuran performance untuk menilai kemampuan individu untuk penampilan tes prestasi, tes kecerdasan, tes bakat, minat barang atau penilaian kepribadian.

2. Pengukuran atitudinal

Sebagai alternatif, anda bisa mengukur sikap individu, membentuk data kuantitatif populer untuk survey, korelasi belajar, dan eksperimen. Peneliti menggunakan penelitian attitudinal ketika mereka mengukur penelitian melalui bidang pendidikan.

3. Observasi tingkah laku

Observasi Tingkah laku dibuat oleh pemilihan sebuah instrumen (atau menggunakan protokol tingkah laku) yang merekam perilaku, mengamati perilaku individu dan mengecek poin yang ada di skala yang mencerminkan perilaku (daftar nama tingkah laku).

Mencari Sebuah Instrumen

Apakah anda mencari suatu instrumen atau beberapa untuk digunakan, beberapa strategi bisa membantu dalam penelitian anda:

  1. Mencari artikel jurnal yang diterbitkan.
  2. Menjalankan/mencari sistem ERIC untuk instrumen.
  3. Menguji pedoman untuk  menguji dan instrumen yang tersedia secara komersial.

 

Kriteria Memilih Instrumen Yang Baik

Sekali anda mencari satu instrumen, beberapa kriteria bisa digunakan untuk menilai, apakah yang merupakan instrumen yang baik untuk digunakan. Tanyakan diri anda:

  1. Sudahkah pengarang mengembangkan instrumen yang terbaru, dan bisa anda memperoleh versi terkini?
  2. Apakah instrumen secara luas dikutip oleh pengarang lain?
  3. Apakah review tersedia untuk instrumen?.
  4. Apakah informasi tentang skor realibility dan validity digunakan dari masa lampau instrumen?
  5. Apakah prosedur untuk mencatat data cocok dengan pertanyaan penelitian/hipotesis dalam penelitian anda?
  6. Apakah isi instrumen skala diterima pengukuran?

 

Apakah Skor Yang Lalu Menggunakan Instrumen Reliabel dan Valid?

Anda ingin memilih satu instrumen yang melaporkan skor individu yang reliabel dan valid. Reliabilitas berarti skor dari suatu instrumen adalah stabil dan konsisten. Skor harus hampir sama ketika peneliti mengelola instrumen berulang kali pada saat berbeda. Juga, skor diperlukan konsisten. Ketika seorang individu menjawab pertanyaan tertentu dengan satu cara, individu harus secara konsisten menjawab pertanyaan dan mempunyai hubungan dekat dengan cara yang sama. Validity berarti bahwa skor individu dari satu instrumen bisa dipertimbangkan, penuh arti, dan memungkinkan anda, sebagai seorang peneliti, untuk  menarik kesimpulan baik dari contoh yang sedang anda teliti dengan populasi. Reliabilitas dan validity terikat bersama-sama secara kompleks.

Realibility

Tujuan sebuah penelitian yang baik harus telah mengukur atau observasi reliabel. Beberapa faktor bisa menghasilkan data yang tidak reliabel, mencakup ketika:

  1. Pertanyaan pada instrumen rancu dan belum jelas
  2. Prosedur tes administrasi bervariasi dan tidak standar
  3. Partisipan kelelahan, gugup, salah tafsir dalam pertanyaan, atau tes terkaan (Rudner, 1993)

Tes retes reliabilitas prosedur menguji tingkat yang skornya dari satu contoh menjadi stabil sepanjang waktu dari satu tes administrasi ke lainnya. Untuk menentukan bentuk reliabilitas, peneliti mengelola test pada waktu yang berbeda pada partisipan yang sama pada interval waktu yang cukup. Pendekatan ini hanya memperoleh keuntungan pada satu bentuk instrumen: bagaimanapun, skor seorang individu terhadap pengelolaan pertama instrumen dapat mempengaruhi skor pada pengelolaan kedua.

Validity

Selain dari pada relibiality. Anda harus menguji apakah instrumen yang anda pilih untuk penggunaan telah melaporkan skor yang valid. Apakah pengarang melaporkan penilaian validity? Sebuah penelitian mungkin mempunyai skor cacat oleh karena:

1. Sebuah penelitian yang dirancang dengan buruk

2. Peserta melelahkan, tekanan, dan kesalahpahaman pertanyaan terhadap instrumen

3. Ketidakmampuan untuk melakukan hal berguna dari skor

4. Pertanyaan atau ukuran yang dirancang dengan variabel buruk

5. Informasi yang mempunyai penggunaan dan sedikit aplikasi

Perspektif tradisional validity harus mendiskusikan tiga bentuk: content/isi, criterion reference dan constructvalidity. Yang terbaru, spesialis pengukuran telah dimulai untuk melihat validity  sebagai sebuah konsep kesatuan (Thorndike, 1997b) dan mendukung skor valid jika mereka telah menggunakan serta menghasilkan konsekuensi sosial yang positif (Hubley & Zumbo, 1996, Messik 1980).

Apakah Skala Cukup Untuk Ukuran Yang Digunakan?

Kriteria yang lain adalah instrumen harus berisi pilihan respon yang baik pada pertanyaan. Cara paling gampang untuk memikirkan jenis skala pengukuran ada dua jenis dasar: pasti/mutlak (categorical scale) dan skala continuous. Skala Pasti/mutlak (categorical scale) mempunyai dua jenis: nominal dan skala nomor urut (ordinal scale). Continuous scale (sering disebut skor skala dalam program analisa data komputer) juga mempunyai dua jenis: interval (interval pura pura) dan skala nisbah (ratio scale).

  • Skala nominal

Peneliti menggunakan skala nominal (atau categorical skala) untuk menyediakan pilihan respon dimana partisipan memeriksa satu atau lebih kategori yang menggambarkan ciri mereka, atribut, atau karakteristik.

  • Skala ordinal

Peneliti menggunakan skala nomor urut (atau skala urut atau skala pasti/mutlak) untuk menyediakan pilihan respon dimana tingkatan partisipan dari terbaik atau terpenting ke paling buruk atau yang paling tidak penting.

  • Interval/skala rasio

Interval/Skala nisbah (atau skala rating atau skala kontinyu) menyediakan pilihan respon untuk pertanyaan dengan asumsi jarak yang sama antara pilihan. Skala ini mungkin mempunyai tiga, empat, atau lebih banyak pilihan respon.

  • Skala Rasio

Skala nisbah/rasio (atau skala nol) adalah skala respon yang partisipan  periksa suatu pilihan respon dengan benar-benar nol dengan jarak sama antara unit.

  • Skala kombinasi

Dalam penelitian bidang pendidikan, peneliti kuantitatif sering menggunakan skala kombinasi kategori dan skala kontinyu. Skala countinuous bisa selalu dikonversikan ke dalam ordinal atau skala nominal (Tuckman, 1999), tetapi tidak sebaliknya.

Bagaimana anda mengelola pengumpulan data?

Proses aktual pengumpulan data berbeda tergantung pada data dan instruksi atau dokumen yang anda gunakan. Bagaimanapun, dua aspek standar membentuk dari data serta yang layak mereka perhatikan: penggunaan prosedur-prosedur standar serta praktek etis.

  • Standarization

Peneliti Kuantitatif juga menggunakan instrumen ketika mereka melakukan wawancara tatap muka dengan individu atau untuk individu. Peneliti juga mengumpulkan dokumen publik dengan cara memperoleh izin untuk meng-akses informasi mengambil catatan atau mencatat informasi dalam satu file komputer. Menetapkan satu basis data dari kategori informasi membantu mengorganisir informasi ini. Organisasi ini penting khususnya ketika anda menyatukan data dari beberapa sumber ke dalam satu berkas (file) untuk analisa (contoh, data pendaftaran dan data pengasingan untuk siswa di sekolah menengah).

  • Issues Etis

Pengumpulan data harus etis dan itu harus menghormati individu serta lokasi. Mendapatkan izin sebelum permulaan untuk mengumpulkan data bukan hanya bagian dari proses persetujuan memberi tahu tetapi juga satu praktek etis. Selama pengumpulan data, anda harus memandang data sebagai rahasia dan tidak berbagi itu dengan partisipan lain atau individu di luar proyek. Anda perlu menghormati individu yang tidak memilih berpartisipasi dalam penelitian.

sumber :

John W. Creswell. educaional reseach (planning, conducting andevaluating quantitative and kualitative. 2008. earsen education Inc. Amerika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s