Pendekatan Konseling

TEORI KARIER HOLLAND

Kepribadian seseorang menurut John Holland merupakan hasil dari keturunan dan pengaruh lingkungan .Winkel & Hastuti (2005 ; 634-635) menjelaskan bahwa pandangan Holland mencakup tiga ide dasar, yaitu :
Semua orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka mendekati salah satu di antara enam tipe kepribadian, yaitu : Tipe Realistik (The Realistic Type), Tipe Peneliti/Pengusut (The Investigative Type), Tipe Seniman (The Artistic Type), Tipe Sosial (The Social Type), Tipe Pengusaha (The Enterprising Type), dan Tipe Orang Rutin (Conventional Type). Semakin mirip seseorang dengan salah satu di antara enam tipe itu, makin tampaklah padanya ciri-ciri dan corak perilaku yang khas untuk tipe bersangkutan. Setiap tipe kepribadian adalah suatu tipe teoritis atau tipe ideal, yang merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal.
Berbagai lingkungan yang di dalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh suatu lingkungan tertentu mendekati salah satu model lingkungan (a model environment), yaitu : Lingkungan Realistik (The Realistic Environment), Lingkungan Penelitian/Pengusutan (The Investigative Environment), Lingkungan Kesenian (The Artistic Environment), Lingkungan Pengusaha (The Enterprising Environment), Lingkungan Pelayanan Sosial (The Social Environment), Lingkungan Bersuasana Kegiatan Rutin (The Conventional Environment). Semakin mirip lingkungan tertentu dengan salah satu di antara enam model lingkungan, makin tampaklah di dalamnya corak dan suasana kehidupan yang khas untuk lingkungan bersangkutan.
Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity), sehingga seseorang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan okupasi tertentu dan merasa puas. Perpaduan dan pencocokan antara tiap tipe kepribadian dan suatu model lingkungan memungkinkan meramalkan pilihan okupasi, keberhasilan, stabilitas seseorang dalam okupasi yang dipangku.

Untuk lebih jelas berkaitan dengan tipe kepribadian yang dikemukakan oleh Holland dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel Tipe Kepribadiaan

TypeJenis

Kepribadian

Realistis Memiliki kemampuan mekanikal dan atletik dan tidak memiliki kompetensi sosial, nilai uang, kekuasaan, status dan hal-hal konkret lainnya. Cenderung menjadi asosial, sesuai, jujur, asli, materialistis, gigih.Panggilan yang dipilih: insinyur Otomotif, pembuat Boiler, Electrician; Petani
 Investigative Memiliki kemampuan matematis dan ilmiah dan tidak memiliki kemampuan kepemimpinan: nilai ilmu pengetahuan. Cenderung menjadi analitis, hati-hati, kritis, kompleks, penasaran, independen, intelektual, introspektif, tepat, rasional, dan sederhana.Panggilan yang dipilih: Chemist; Komputer operator, teknisi laboratorium; Matematika guru
Artistic Memiliki kemampuan seni dan musik; nilai kualitas estetika. Cenderung menjadi emosional, ekspresif, idealis, imajinatif, impulsif, intuitif, asli, dan sensitif.Panggilan yang dipilih: Aktor / Aktris, Artis, dekorator Interior; Photographer
Social Memiliki kompetensi sosial; suka membantu orang lain. Memiliki kemampuan mengajar dan ilmiah, kemampuan mekanis; nilai-nilai dan etika kegiatan sosial dan masalah. Cenderung bersikap kooperatif, empati, ramah, dermawan, membantu, idealis, sabar, ramah, bijaksana, dan hangat.Panggilan yang dipilih: direktur Pemakaman, Pustakawan, Menteri / Imam; Ilmu Sosial guru
Enterprising Memiliki kepemimpinan dan kemampuan berbicara dan tidak memiliki kemampuan ilmiah, nilai-nilai dan prestasi ekonomi politik. Cenderung menjadi petualang, ramah, ambisius, energik, terbuka, optimis, percaya diri, dan ramah.Panggilan yang dipilih: Kontraktor, Pengacara, Radio / TV penyiar; Entertaiment.
Konvensional Memiliki dan kemampuan numerik klerus; bisnis nilai-nilai dan prestasi ekonomi. Cenderung akan sesuai, teliti, defensif, tidak fleksibel, metodis, taat, tertib, hemat, dan imajinatif.Panggilan yang dipilih: Pembukuan; Kunci punch operator; kantor panitera Post; pengetik

Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dan antara model-model lingkungan, yang dituangkan dalam bagan yang disebut Hexagonal Model dan model ini menggambarkan aneka jarak psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan, makin pendek jarak (menurut garis-garis dalam model) antara dua tipe kepribadian maka makin dekat kedua tipe itu dalam makna psikologisnya dan makin panjang jarak (menurut garis-garis dalam model) maka makin jauh kedua tipe itu dalam makna psikologisnya (Winkel & Hastuti, 2005 : 637).

sumber :

Winkel, W.S & Sri Hastuti . 2005. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan . Jakarta: PT. Grasindo

http://japung-net.blogspot.com/2011/03/teori-karier-holland.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s