Dasar-dasar BK

AKUNTABILITAS BK

Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa konseling merupakan sistem penyampaian treatmen yang efektif. Agar konseling tetap dihargai oleh masyarakat dan berharga (dibayar) oleh pihak ketiga dan klien, konselor profesional harus memberikan bukti yang menunjukkan bahwa pekerjaannya bermanfaat dan menghasilkan produk-produk.

Konselor sekolah yang profesional harus menunjukkan bahwa mereka adalah pusat dari kesuksesan dengan segala upayanya. Demikian juga pihak ketiga wajib asuransi telah membuat peningkatan tuntutan  untuk kinerja konselor yang efektif dengan kliennya. Konselor profesional yang menunjukkan keefektivan menerima alih tangan dan mengembangkan reputasi untuk keterampilan dan efisiensinya.

Menurut berbagai penulis (Erford, 2007; Issacs, 2003; Loesch & Ritchie, 2004; Myrick, 2003), akuntabilitas biasanya melibatkan hal-hal berikut:

  • Mengidentifikasi dan berkolaborasi dengan kelompok stakeholder (seperti komite penasehat, klien, para orang tua, guru dan siswa)
  • Mengumpulkan data dan menilai kebutuhan para klien, staf dan komunitas
  • Menyusun tujuan dan menetapkan kebutuhan berdasarkan data dan ketentuan
  • Mengimplementasi intervensi yang efektif untuk mengatasi tujuan dan sasaran
  • Mengukur hasil intervensi
  • Menggunakan hasil penelitian untuk pengembangan program
  • Menyampaikan hasil tersebut kepada para stakeholder (seperti klien, administratur, para guru dan staf, orang tua dan wali, siswa, dewan sekolah, komunitas dan para pemimpin bisnis/pengusaha, konselor profesional dan pengawas.

Akuntabilitas, meskipun dibahas sebagai istilah tunggal, dapat dimaknai dengan cara yang berbeda.  Stone &  Dahir ( dalam  diltz and kimberly, 2010) mendefinisikan  akuntabilitas sebagai kemampuan untuk menyediakan dokumentasi tentang efektivitas hasil kegiatan profesional.

Myrick, 2003 (dalam diltz and kimberly, 2010)  mendefinisikan akuntabilitas sebagai jawaban atas tindakan seseorang, terutama dalam hal menetapkan tujuan, melaksanakan prosedur, dan menggunakan hasil untuk perbaikan program. Ini melibatkan pengaturan tujuan, mendefinisikan apa yang sedang dilakukan untuk menemui mereka, dan mengumpulkan informasi yang mendukung setiap hasil prestasi yang diklaim.

Studer dan Sommers, 2000 ( dalam diltz and kimberly, 2010) mendefinisikan akuntabilitas  dengan tiga jenis evaluasi: (a) program yang meliputi survei untuk menilai tujuan, dan kegiatan program, (b) personil, yang mencakup daftar periksa pada portofolio untuk menentukan kinerja konselor sekolah untuk mempertahankan pekerjaan nya, dan (c) evaluasi pelayanan individual, yang meliputi penilaian obyektif berdasarkan pada indikator dari siswa atau perubahan perilaku kelompok yang baru.

Indonesia mulai mengenal Bimbingan dan Konseling sekitar tahun 1960an, tertinggal sekitar 40 tahun lebih dari negara pencetusnya yaitu Amerika, dilihat dari perkembangannya , memang bisa dimaklumi jika praktik akuntabilitas di Indonesia belum semaju di Amerika, namun dari perkembangan Akuntabilitas yang ada di Amerika yang telah di bahs di atas, mempunyai beberapa implikasi terhadap pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Indonesia:

  1. Kompetensi Konselor

Konselor di Indonesia harus memiliki kompetensi untuk bisa melaksanakan praktik akuntabilitas, Seperti yang diamanatkan oleh permendiknas 27 tahun 2008 bahwa kompetensi profesional konselor meliputi berbagai hal yang berkaitan dengan akuntabilitas diantaranya adalah: poin 15: menilai proses dan hasil kegiatan BK; melakukan evaluasi proses, hasil, dan program BK, menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan BK kepada pihak terkait,menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program BK; dan juga ada di poin 17: yang berbunyi menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling.

Untuk itu konselor harus aktif untuk mencari dan menambah pengetahuan yang diperlukan dengan mengikuti workshop, seminar, dan sumber lain yang bisa meningkatkan keterampilan konselor dan berimplikasi pada kinerja konselor dan akuntabilitas.

Konselor harus mampu menyediakan data hasil konerja, tidak ada kata hasil kinerja hanya dilaporkan tanpa berbasis bukti dalam era data seperti ini.

Konselor harus mampu menyediakan data tentang efektifitas konseling dalam mengubah siswa, dan membuktikan bahwa perubahan positif siswa memang karena efek dari bimbingan dan konseling.

2. Perguruan Tinggi dan Atau Pendidikan Profesi

Perguruan Tinggi sedianya sudah membaca potensi tersebut, sehingga mempersiapkan kurikulum yang tepat  untuk menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi untuk melaksanakan praktik konseling yang akuntabel. PT juga harus mampu secara proaktif menyelenggarakan pelatihan, mengadakan penelitian yang berkaitan dengan akuntabilitas, harus disadari pula bahwa saat ini PT belum bisa menyediakan model akuntabilitas konseling yang aktual untuk kondisi di Indonesia.

3. Dukungan Organisasi Profesi

Organisasi konseling atau ABKIN dapat berperan aktif dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota ABKIN  terkait dengan pelaksanaan Konnseling  yang akuntabel. Termasuk mengadakan pertemuan yang intens untuk bisa memproduksi naskah-naskah yang lebih produktif, misalnya panduan untuk melkasanakan BK yang akuntabel, panduan untuk mengevaluasi Program BK, dan sebagainya.

4. Pelaksanaan Penelitian Bagi Praktisi dan Akademisi

Banyak ide yang bisa diambil dari akuntabilitas, karena isu tentang akuntabilitas akan selalu ada selama profesi ini ada, maka tebntunya akan selalu ada potensi untuk melaksanakan penelitian tentang akuntabilitas.

sumber :

Diltz , Dilani M Perera&  Kimberly L Mason: 2010. “Exploration of Accountability Practices of School Counselor : A National Study”:Journal of Professional Counseling, Practice, Theory, & Research. Austin: 38 Spring .1st ed; pg. 52, 19 pgs

Erford, Bradley T(ed). 2010. Orientation To The Counseling Profession Advocacy, Ethics, and essential Profession Foundation.New Jersey: Pearson Education Ltd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s