Teori belajar

pengertian Self Estemm

Makna self adalah diri sendiri sedangkan esteem adalah penghargaan. Slavin (1994: 91) menyatakan “self esteem adalah nilai-nilai yang ada pada diri, kemampuan dan perilaku”. Berdasarkan kata self esteem, dapat dimaknai sebagai penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri karena apa yang ada pada diri seseorang itu adalah kekuatan yang mesti dihargai dan dikembangkan.

Wells dan Marwell (1976: 64)  mendefinisikan “the term of self-esteem refers to more a less phenomental process in which the person perceives characteristics of herself and reacts to those characteristics emotionally or behaviorally”. Definisi ini dapat diartikan self esteem sebagai sebuah proses dalam karakterisitik perasaan seseorang tentang dirinya dan reaksi terhadap hal tersebut dengan emosional atau dengan perilaku. Selanjutnya  Powell (2004: 8) menyatakan “self esteem is how we think and feel about ourselves” maksudnya harga diri adalah bagaimana kita berpikir dan merasa tentang diri kita sendiri. Rosenberg (dalam Wells & Marwell, 1976: 69) menyebutkan dengan self esteem seseorang akan menjaga penghargaan terhadap dirinya sendiri yang mengekspresikan isi sikap setuju atau tidak setuju.

Sehubungan dengan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya self esteem adalah cara seseorang memandang dirinya dan menghargai apa yang ada pada dirinya sebagai sesuatu yang perlu dihargai.

Menurut Gergen (dalam Wells & Marwell, 1976: 60) “much of what a person chooses to do, and the manner in which be does it, is presumed to be dependent upon his self-esteem”. Ini dapat diartikan bahwa penilaian seseorang atau penghargaan terhadap diri sendiri memainkan peran penting dalam menentukan perilaku orang tersebut. Kebanyakan apa yang dipilih seseorang untuk dilakukan dan cara seseorang dalam berperilaku adalah berdasarkan self esteem orang tersebut.

Berdasarkan pendapat di atas, maka di sekolah sangatlah penting dikembangkan self esteem siswa, karena di sekolah siswa lebih banyak mengadakan interaksi dengan teman sebayanya maupun dengan guru, sikap seorang guru tidak hanya sekedar sebagai penyamai pesan/ nasehat dan menuntaskan materi belaka tetapi bagiaman seorang guru mengembangkan ide dan kreatifitas yang ada pada masing-masing peserta didik, baik itu sebagai guru mata pelajaran, guru kelas, maupun guru bimbingan dan konseling.

sumber :

Jillian Powell. 2004. Self-Esteem. London: Franklin Watts

Slavin, Robert E. 1994. Educational Phsychology Theory and Practice. Amarica: Allyn and Balcon. United States of America

Weels, L. Edward and Marwell, Gerald. 1976. Self Esteem Its Conceptualization and Measurement. Volume 20 Sage library of social Research. Sage Publications Beverly Hills London.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s