Teori belajar

career maturity (Kematangan Karier)

Setiap manusia yang hidup pasti memiliki rentang hidup, baik dalam aspek apa pun salah satunya tentang kematangan karir. Dalam teori rentang hidup dari Super terdapat suatu konsep yang disebut dengan kematangan karir (career maturity). Kematangan karir (career maturity) merupakan tema penting dan sentral dalam teori perkembangan karir masa hidup (life span career development) yang dicetuskan oleh Super. Super memperkenalkan dan mempopulerkan konsep tentang kematangan karir setelah penelitiannya tentang pola karir di tahun 1950-an.
Kematangan karir (career maturity) didefinisikan sebagai kesesuaian antara perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan pada usia tertentu disetiap tahap. Crites dalam Herr dan Cramer (1979: 174) berpendapat bahwa “… the maturity of an individual’s vocational behavior as indicated by the similarity between his behavioral and that of the oldest individual’s in his vocational stages”. Definisi ini lebih menekankan pada kematangan karir sebagai tahap hidup (life-stages). Sementara itu, menurut Super dalam Sharf (1992: 155) menyatakan bahwa kematangan karir didefinisikan sebagai “… the readiness to make appropriate career decisions”….readiness to make good choice atau kesiapan individu untuk membuat pilihan karir yang tepat. Definisi kedua ini lebih menekankan pada kesiapan untuk membuat pilihan dan keputusan karir secara tepat. Diharapkan tidak salah pilih dan terjebak dalam pilihan karir yang salah dimasa depan.
Konteks dasar dari teori kematangan karir ini adalah perkembangan karir yang dikemukakan oleh Super. Hal ini dijadikan rujukan inti, mengingat teori perkembangan karir Super dapat memberikan implikasi terhadap banyak ahli untuk mendalami lebih jauh serta mengaplikasikannyapada konsep kematangan karir. Super dalam Sharf, (1992: 121-122) menjelaskan teorinya kedalam beberapa bagian yang merupakan hasil kerja beberapa ahli antara lain Thorndike, Hull, Bandura, Freud, Jung, Adler, Rnk, Murray, Maslow, Allport, Rogers dan lain-lain. Berdasarkan analisa yang dilakukannya, Super membangun asumsi-asumsi bagi teori perkembangan karir yang dikembangkannya. Terdapat asumsi yang paling mendasari teori perkembangan karir Super yaitu dimensi psikologis dan dimensi geografis. Kedua dimensi tersebut menurut Super dapat memberikan dampak terhadap aspek-aspek yang ada dalam perkembangan karir individu. Dimensi psikologis terdiri dari kebutuhan-kebutuhan, nilai-nilai, minat, intelegensi, kemampuan khusus (bakat). Sedangkan dimensi lingkungan sosial-ekonomi seperti halnya : keluarga, sekolah, kelompok teman sebaya, masyarakat luas serta keadaan ekonomi serta tingkatan kondisi masyarakat dalam tatanan karir dilingkungan yang lebih luas.

Karir dan pekerjaan biasanya oleh kebanyakan orang disamakan pengertiannya, yaitu sama-sama bekarja untuk memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perbadaan antara pekerjaan dan karir dilihat apabila pekerjaan umumnya hanya menuntut sedikit keahlian, sedikit pendidikan, dan sedikit dedikasi. Sedangkan pekerjaan sebagai karir berupa adanya pendidikan dan latihan, komitmen, dan merupakan jalan kehidupan kerja yang dipilih individu. Selain itu karir mengimplikasikan keberhasilan pada apa yang individu pilih untuk hidupnya demi memenuhi kebutuhan finansial.

Seperti yang dikemukakan oleh Zunker dalam Winkel, (1997: 571) bahwa “career refer to the activities associated with and individual’s lifetime of work”. Selanjutnya, Crites (1981: 11) menyatakan bahwa “..the term “career” is contemporary – the developmental nature of decision making as a long life process”. Senada dengan dua pendapat tersebut, Super dalam Herr dan Crammer, (1984: 14) mengungkapkan bahwa:
Career defined as the course of events which constitutes a life; the sequence of occupation and other life roles which combine the express one’s commitment to work in his or her total pattern of self-development; the series of remunerated and nonremunerated positions occupied by a person form adolescence is only one; includes work-realted roles such as those of student, employee, and pensioner together with complementary a vocational, familial, and civic roles. Careers exist only as people pursue them; they are person-centered. It as last notion of careers, “they exist only as people pursue them, “which summarizes much of the rationale for career guidance.

Ahli-ahli perkembangan karir mengungkapkan bahwa karir menggambarkan seseorang yang memandang pekerjaannya sebagai panggilan hidup yang meresap keseluruhan alam pikirannya dan perasaan sekaligus mewarnai seluruh gaya hidup (life styles) kehidupannya, karir lebih dari sekedar pekarjaan, karir berhubungan dengan bagaimana individu melihat dirinya, karir merupakan perkembangan individu (self-development) dalam rentang kehidupan yang meliputi peran-peran hidup, setting-setting dan peristiwa-peristiwa kehidupan seseorang (Herr dan Crammer, 1984: 14).
Secara umum perspektif karir tersebut dapat dikategorikan kedalam dua bagian, yaitu karir yang identik dengan pekerjaan dan karir dalam konteks life span. Pertama, karir yang identik dengan pekerjaan mengisyaratkan bahwa sesuatu dikatakan karir jika memenuhi kriteria-kriteria berikut: (a) keterlibatan dalam individu dalam menjalankan pekerjaannya; (b) pandangan individu yang melihat pekerjaan sebagai sumber kepuasan yang bersifat non-ekonomis; (c) persiapan pendidikan atau pelatihan dalam memperoleh dan menjalankan pekerjaan; (d) komitmen untuk menjalankan pekerjaan; (e) dedikasi yang tinggi terhadap apa yang dikerjakan; (f) keuntungan finansial; dan (g) kesejahteraan personal yang membawa kebermaknaan hidup.
Kedua, dalam konteks life span, karir dimaknai sebagai perjalanan hidup individu yang bermakna. Kebermaknaan yang dimaksudkan diperoleh individu melalui integrasi peran, setting dan peristiwa yang melibatkan pengambilan keputusan-keputusan, komitmen, gaya hidup, dedikasi, dan persiapan-persiapan untuk menjalani dan mengakhiri kehidupannya. Karir dalam pengartian ini lebih dari sekedar mengerjakan sesuatu atau bekerja disuatu tempat, tetapi karir merupakan manifestasi dari hidup dan kehidupan individu itu sendiri.

sumber :
Herr, E.L., Crammer, S.H. 1979. Career Guidance and Counseling Throught the Life Span. Toronto: Little, Brown & Company
Muro, J. J, Kottman, T. 1997. Guidance and Counseling In The Elementary and Middle Schools: A Practical Approach. Lowa: Wm. C. Brown Communication, inc.
Sharf, R. S. 1992. Applying Career Development Theory to Counseling. California: Brook/Cole Publisher Company

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s