Study Diagnosis

Konsep Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa atau mental seseorang. Karena, banyak orang yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, disebabkan ketidakmampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya.
Penyesuaian diri pada awalnya berasal dari suatu pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi yang diutarakan oleh Charles Darwin, bahwa penyesuaian diri adalah: “Genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and in animals, raise off spring this process is called adaptation” (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002 dalam Mutadin 2002).
Dalam memberikan pengertian penyesuaian diri, di kalangan para ahli ada perbedaan. Perbedaan ini dikarenakan dalam memberikan definisi berangkat dari titik tekan yang berbeda, ada yang menitikberatkan perspektif psikologis dan sosiologis. Menurut Lazarus (Zakiyah, 2010:2), bahwa penyesuaikan berasal dari kata”to adjust” berarti untuk membuat sesuai atau cocok, beradaptasi, atau mengakomodasi. Penyesuaian merupakan proses bagaimana individu mengatur berbagai ”demands” atau permintaan. Permintaan yang dimaksud adalah permintaan yang dikehendaki seseorang dengan fenomena yang ada di dalam masyarakat. Siswa yang dapat menyesuaikan diri dengan permintaan lingkungannya diharapkan tidak mengalami permasalahan dalam proses pencapaian prestasi akademik
Sedangkan menurut Schneiders (1964:51) yang memberi definisi dengan pendekatan psikologi, bahwa penyesuaian diri (adjustment atau personal adjustment) pada prinsipnya merupakan suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku individu, yang berusaha keras untuk berhasil mengatasi kebutuhan-kebutuhan dalam diri, ketegangan-ketegangan, konflik dan frustrasi yang dialaminya, sehingga tercapai keselarasan dan keharmonisan antara tuntutan-tuntutan dari dalam diri sendiri dengan tuntutan dari lingkungan tempat hidupnya.
Menurut Yusuf (2005: 27) memberikan pengertian dari perspektif sosiologis, bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan, mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik dengan memperhatikan norma atau tuntutan lingkungan di mana seseorang hidup.
Pengertian Yusuf di atas, sejalan dengan Chaplin (2006:11), bahwa penyesuaian diri sebagai variasi dalam kegiatan organisme untuk mengatasi suatu hambatan dan memuaskan kubutuhan-kebutuhan, dan menegakkan hubungan yang harmonis dengan lingkungan fisik dan sosial. Sehingga secara tidak langsung terdapat adanya situasi pemecahan masalah dan organisme merasakan adanya kebutuhan yang tidak dapat dipuaskan dengan cara-cara biasa.
Pengertian dari perspektif sosiologis lainnya juga diberikan Calhoun & Acocella (1995:14), bahwa penyesuaian diri sebagai interaksi yang kontinyu dengan diri sendiri, dengan orang lain dan lingkungan. Dengan diri sendiri artinya adalah total kesiapan tubuh, tingkah laku, pikiran dan perasaan diri sendiri dalam menghadapi segala sesuatu setiap saat. Adapun dengan orang lain artinya bahwa secara nyata berpengaruh besar terhadap individu. Sedangkan dengan lingkungan adalah penglihatan dan penciuman serta suara di sekitar di saat seseorang dengan orang lain dan lingkungannya yang bersifat timbal balik dan secara konstan bisa saling berpengaruh dalam menyelesaikan urusan dengan individu.
Definisi ini selaras dengan Willis (2008:55) bahwa penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga merasa puas terhadap dirinya dan terhadap lingkungan. Pendapat ini juga selaras dengan Satmoko (Ghufron, 2010:50), bahwa penyesuaian diri dipahami sebagai interaksi seseorang yang kontinyu dengan dirinya sendiri, orang lain, dan dunianya. Oleh karena itu, seseorang dikatakan mempunyai penyesuaian diri yang berhasil apabila dapat mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan, mengatasi ketegangan, bebas dari berbagai symptom yang mengganggu dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s